
Jatim Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 bertema “Talenta Digital Jatim Mendunia” di Gedung Sasana Wiyata Praja BPSDM Jatim, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris BPSDM Jatim, Nurul Hayati, mewakili Kepala BPSDM, Ramliyanto. Hadir pula Anggota Komisi A DPRD Jatim Yordan M. Batara-Goa, para kepala Badan Kepegawaian dan SDM kabupaten/kota, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim, serta perguruan tinggi.
Sekretaris BPSDM Jatim, Nurul Hayati, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat transformasi digital dan pengembangan talenta aparatur sipil negara (ASN) agar berdampak nyata pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dijelaskan, bahwa penguatan talenta digital Aparatur Sipil Negara (ASN) ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah percepatan transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Talenta ASN saat ini tidak hanya dituntut memiliki ketelitian dan kecepatan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memanfaatkan teknologi digital, serta menciptakan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pelayanan publik,” ujarnya.
Forum ini juga menjadi wadah partisipatif sesuai amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, untuk menghimpun masukan dan usulan program pengembangan kompetensi ASN dari seluruh perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota.
“Melalui forum ini, kami berharap terbangun sinergi yang kuat sehingga perencanaan pengembangan kompetensi ASN Tahun 2027 benar-benar sesuai kebutuhan organisasi dan berdampak nyata pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.
Tema Talenta Digital Jatim Mendunia, lanjut Nurul, bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menyiapkan aparatur yang profesional, adaptif, berwawasan global, serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara etis.
“Melalui forum ini, kami berharap terbangun sinergi yang kuat sehingga perencanaan pengembangan kompetensi ASN Tahun 2027 benar-benar sesuai kebutuhan organisasi dan berdampak nyata pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” terangnya.
Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, menekankan bahwa pengembangan talenta digital ASN harus berorientasi pada digital impact, bukan sekadar peningkatan digital skill.
Transformasi digital dikatakan berhasil apabila keterampilan digital ASN mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti layanan publik yang lebih cepat, efisien, transparan, dan akuntabel.
Ia menjelaskan, strategi transformasi digital ASN mencakup peningkatan profesionalisme, pembelajaran berkelanjutan, kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi, serta penguatan sikap inovatif di lingkungan birokrasi.
Digital skill ASN meliputi penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, analisis data, pengelolaan layanan digital, pengembangan aplikasi pemerintahan, serta keamanan siber dan perlindungan data. “Ingat pengembangan talenta digital ASN harus berkelanjutan, terintegritas dengan karier, dan berdampak langsung ke masyarakat,” pungkasnya. (pca/s/p)