UHT Dorong Mahasiswa KIP-K Berprestasi dan Berjiwa Bela Negara Melalui Menwa

Nasional Pendidikan

Surabaya, 5 Juli 2026 – VIP– Universitas Hang Tuah (UHT) menegaskan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, kepemimpinan, dan semangat bela negara. Salah satu implementasinya adalah melalui keterlibatan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dalam Resimen Mahasiswa (Menwa), sebagaimana ditegaskan pada Upacara Penutupan Pelatihan Calon Menwa 875 Letting 78 di Lapangan Apel Fakultas Vokasi Pelayaran (FVP) UHT, Minggu (5/7/2026).

Upacara dipimpin oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Kemaritiman, dan Alumni (BKKA) UHT, Budi Priyono, S.Sos., M.M., selaku Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Budi Priyono menyampaikan bahwa mahasiswa penerima KIP-K tidak hanya memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan dari pemerintah, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengembangkan kualitas diri melalui pembinaan karakter, kepemimpinan, disiplin, dan pengabdian kepada bangsa. Karena itu, di Universitas Hang Tuah, mahasiswa penerima KIP-K diarahkan untuk menjadi bagian dari Resimen Mahasiswa sebagai salah satu wahana pembentukan karakter.

Ia mengapresiasi seluruh mahasiswa penerima KIP-K yang telah mengikuti dan menyelesaikan pelatihan dengan penuh semangat. Menurutnya, keikutsertaan mereka membuktikan bahwa kesempatan dan kepercayaan yang diberikan negara mampu dijawab dengan prestasi, disiplin, serta komitmen untuk terus berkembang.

“KIP-K bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi merupakan investasi negara dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, setiap penerima KIP-K harus mampu menunjukkan prestasi akademik yang baik sekaligus aktif mengembangkan karakter, jiwa kepemimpinan, serta semangat bela negara melalui Resimen Mahasiswa,” tegasnya.

Budi Priyono juga mengucapkan selamat kepada seluruh Calon Menwa 875 Letting 78 yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian pelatihan. Keberhasilan tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta semangat juang yang ditunjukkan sejak awal hingga akhir kegiatan.

Seluruh peserta telah melewati tahapan pembinaan secara bertingkat, mulai dari pemantapan, pra-pendidikan, hingga pendidikan dasar kemiliteran di Dodikjur Rindam V/Brawijaya Malang. Proses tersebut menjadi media pembentukan karakter, penguatan mental, peningkatan disiplin, serta penanaman nilai-nilai bela negara sebagai bekal menjadi generasi muda yang tanggap, tanggon, dan trengginas.

Mengakhiri amanatnya, Budi Priyono mengingatkan seluruh anggota Menwa yang baru agar menjaga nama baik satuan dan almamater, menjunjung tinggi etika, disiplin, serta loyalitas dalam setiap pengabdian. Menurutnya, menjadi anggota Resimen Mahasiswa merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan berpedoman pada nilai-nilai Panca Dharma Satya dan Tri Sila Menwa.

Penutupan Pelatihan Calon Menwa 875 Letting 78 menjadi penegasan komitmen Universitas Hang Tuah dalam membangun ekosistem pembinaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Bagi mahasiswa penerima KIP-K, keikutsertaan dalam Resimen Mahasiswa menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan generasi penerus yang berintegritas, disiplin, berjiwa kepemimpinan, serta siap mengabdi kepada bangsa dan negara.

Prosesi siraman menjadi penutup rangkaian pendidikan dasar Calon Menwa 875 Letting 78. Tradisi ini merupakan simbol berakhirnya masa pendidikan sekaligus dimulainya pengabdian sebagai anggota Resimen Mahasiswa. Siraman juga dimaknai sebagai penyucian diri dan penguatan komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, loyalitas, serta bela negara dalam kehidupan sebagai mahasiswa maupun sebagai warga negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *