VIP- Surabaya – Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya menggelar sosialisasi Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) yang diselaraskan dengan Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen, di Ruang Seminar Gedung Rektorat Lantai 2 Universitas Hang Tuah, Surabaya, pada 4 Februari 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan berbagai pembaruan dalam sistem SISTER yang dirancang untuk mendukung pengelolaan karier dosen secara lebih transparan, terukur, dan berbasis kinerja.

Sebelum kegiatan sosialisasi dimulai, Prof. Dyah Sawitri bersama rombongan LLDIKTI Wilayah VII terlebih dahulu diterima oleh Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. di ruang kerja rektor. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi singkat terkait penguatan tata kelola pendidikan tinggi serta implementasi kebijakan terbaru dari kementerian.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Hang Tuah beserta Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III, para dekan beserta jajaran, serta kepala satuan kerja di lingkungan Universitas Hang Tuah.
Selain itu, turut hadir jajaran LLDIKTI Wilayah VII, di antaranya Kepala Bagian Umum Muhammad Machmud, S.Kom., M.Kom., Kepala Timja Sistem Informasi Tohari, S.Kom., M.Kom., Kepala Timja Sumber Daya Perguruan Tinggi Indera Zainul Mattaqien, S.T., M.Kom., serta Kepala Urusan Hukum, Kepegawaian dan Tata Laksana Etis Ana Safitri, S.Sos., M.IP.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Hang Tuah Avando Bastari mengatakan bahwa perubahan regulasi melalui Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola profesi dosen yang lebih transparan, terukur, dan berbasis kinerja.
Menurut dia, kebijakan tersebut menegaskan pentingnya sistem yang terintegrasi untuk mendukung pengembangan karier dosen, rekognisi kinerja, serta mekanisme penghasilan yang lebih adil dan akuntabel.
“Pembaruan sistem SISTER ini bukan sekadar platform administrasi, tetapi merupakan instrumen strategis untuk mendukung pengelolaan karier dosen secara sistematis dan berkelanjutan, meningkatkan akurasi data tridarma perguruan tinggi, serta memastikan keterkaitan antara kinerja, jenjang jabatan akademik, dan penghasilan dosen,” kata Avando.
Rektor kemudian membuka secara resmi kegiatan sosialisasi tersebut dengan pemukulan palu sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan.
Sementara itu, dalam paparannya, Dyah Sawitri menjelaskan bahwa sistem baru SISTER dirancang untuk memperkuat integrasi data dosen secara nasional sekaligus mendukung pengembangan karier dosen secara lebih terukur dan akuntabel sesuai dengan regulasi terbaru.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pimpinan dan pengelola di lingkungan Universitas Hang Tuah dapat memahami perubahan sistem dan regulasi tersebut sehingga implementasinya dapat berjalan optimal serta mendukung peningkatan profesionalisme dosen dan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.