SURABAYA, Detik Berita 1 – Sebagai bagian dari komitmen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam mendukung kemajuan UMKM lokal, tim Dosen Fakultas Vokasi Unesa mengimplementasikan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di UKM Sambal Bu Misna. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi sambal dengan mengembangkan mesin penggiling cabe semi-otomatis yang dapat meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.
Ketua Tim Pengusul PKM, Diah Wulandari, S.T., M.T., bersama dengan seluruh tim dosen dari Prodi D4 Teknik Mesin, yaitu Dr. Arya Mahendra Sakti, S.T., M.T., Dyah Riandadari, S.T., M.T., Ir. Firman Yasa Utama, S.Pd., M.T., Andita Nataria Fitri Ganda, S.T., M.Sc., Dewi Puspitasari, S.Pd., M.Sc., dan Aji Nugroho, S.Pd., M.Sc., mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi oleh UKM Sambal Bu Misna. Salah satu kendala terbesar adalah keterbatasan kapasitas produksi yang hanya mampu menghasilkan 5 kg sambal per hari. Masalah ini disebabkan oleh penggunaan metode penggilingan cabe secara manual dengan cobek, yang memakan waktu lama dan mengandalkan tenaga kerja fisik yang banyak. Proses manual ini tidak hanya membatasi efisiensi, tetapi juga menghambat peningkatan kapasitas produksi sambal.

“Proses pembuatan sambal yang menggunakan cobek memerlukan waktu yang lama, sehingga kapasitas produksi menjadi terbatas. Mesin penggiling cabe yang kami kembangkan dirancang untuk mengatasi masalah ini, dengan kapasitas mencapai 60 kg per jam,” jelas Diah Wulandari, M.T.
Mesin penggiling cabe yang dikembangkan oleh tim Unesa menggunakan motor AC dan sistem penggerak bilah berputar yang dapat memproses cabe secara otomatis. Mesin ini juga dirancang untuk memiliki daya rendah hanya 400 watt, sesuai dengan kapasitas listrik yang tersedia di lokasi UKM.
Dr. Arya Mahendra Sakti salah satu anggota tim, menambahkan, “Selain meningkatkan kapasitas produksi, mesin ini juga lebih efisien dari segi waktu dan menjaga kualitas sambal yang dihasilkan tetap terjaga dari segi higienitas.”
Program pengabdian ini juga mencakup pelatihan bagi mitra tentang manajemen perawatan mesin dan pengelolaan produksi yang lebih terstruktur. Dengan demikian, diharapkan UKM Sambal Bu Misna dapat meningkatkan daya saing dan memperluas pasar produk sambalnya.

Dalam kesempatan yang sama, Andita Nataria Fitri Ganda, M.Sc., anggota tim lainnya, menambahkan bahwa solusi teknologi ini akan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi usaha sambal ini. “Setelah mesin penggiling ini diterapkan, tidak hanya produktivitas yang meningkat, tetapi juga kualitas pelayanan terhadap konsumen akan lebih konsisten,” tuturnya.
Program ini juga memberikan pelatihan tentang perawatan mesin untuk memastikan kelangsungan operasional yang lebih baik. Menurut Ir. Firman Yasa Utama, mesin ini dirancang agar mudah dipelihara dan dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa banyak kendala.