Dosen MAP FISIP UHT Perkuat PKBM Berbasis Community Learning di Desa Gisik Cemandi

Pendidikan

Sidoarjo – VIP – Program Studi Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Model Kelembagaan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Berbasis Community Learning untuk Literasi dan Transformasi Sosial Masyarakat Desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo” pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh kader PKK dan Karang Taruna Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Arie Ambarwati, SP., M.Pd. bersama tim dosen Program Studi Magister Administrasi Publik, yakni Dr. M. Husni Tamrin, SAP., M.KP., Dr. Budi Rianto, M.Si., serta Prof. Dr. Soenyono, SH., MM. Mahasiswa juga dilibatkan sebagai pendamping teknis selama pelaksanaan kegiatan

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi dan praktik langsung mengenai orientasi program, komitmen mitra tentang kelembagaan PKBM berbasis Community Learning, literasi digital, serta transformasi sosial masyarakat Desa Gisik Cemandi.

Kegiatan pengabdian dengan tema “Orientasi Program dan Komitmen Mitra tentang Kelembagaan PKBM Berbasis Community Learning” ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat peran masyarakat desa dalam membangun pusat pembelajaran yang partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Peserta kegiatan terdiri atas unsur masyarakat desa, khususnya ibu-ibu PKK dan Karang Taruna, yang menjadi mitra strategis dalam pengembangan PKBM. Melalui kegiatan orientasi ini, masyarakat diajak memahami bahwa PKBM bukan sekadar tempat belajar nonformal, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar bersama, ruang kolaborasi dan ruang perubahan sosial bagi warga desa.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan penguatan mengenai konsep kelembagaan PKBM berbasis Community Learning. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembelajaran, sehingga warga tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga berperan sebagai penggagas, pelaksana, pengelola, sekaligus penerima manfaat program.

Melalui forum orientasi, peserta diajak mengenali berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui PKBM. Ibu-ibu PKK memiliki peran penting dalam penguatan literasi keluarga, pendidikan anak, kesehatan keluarga, pengelolaan ekonomi rumah tangga, serta pengembangan usaha mikro. Sementara itu, Karang Taruna memiliki potensi besar dalam bidang literasi digital, kreativitas pemuda, dokumentasi kegiatan, pengelolaan media sosial, dan penggerak kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya komitmen mitra dalam membangun keberlanjutan program. Keberhasilan PKBM berbasis Community Learning sangat bergantung pada keterlibatan aktif warga, dukungan perangkat desa, sinergi antarorganisasi masyarakat, serta adanya kader lokal yang mampu menjaga kesinambungan kegiatan pembelajaran.

Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya literasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Literasi digital tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan gawai atau media sosial, tetapi juga mencakup kemampuan memilah informasi, memanfaatkan teknologi secara produktif, menjaga etika komunikasi digital, serta menggunakan media digital untuk kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam suasana yang hangat dan partisipatif, para peserta berdiskusi mengenai kebutuhan belajar masyarakat desa. Beberapa isu yang dapat dikembangkan melalui PKBM antara lain pelatihan keterampilan usaha, pendampingan UMKM, literasi digital, pendidikan keluarga, penguatan peran pemuda, peningkatan minat baca anak, serta program lingkungan seperti edukasi pilah sampah dan bank sampah.

Orientasi ini menjadi langkah awal untuk membangun kesamaan pemahaman antara tim pengabdian dan masyarakat mitra. Dengan adanya pemahaman bersama, diharapkan PKBM dapat dikembangkan sebagai lembaga pembelajaran masyarakat yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar hidup dan bermanfaat bagi warga.

Program ini juga diarahkan untuk mendorong transformasi sosial masyarakat desa. Transformasi sosial dimulai dari perubahan cara berpikir, peningkatan keterampilan, penguatan kerja sama dan tumbuhnya kesadaran bahwa masyarakat desa memiliki potensi besar untuk berkembang melalui pembelajaran bersama.

Melalui pendekatan Community Learning, PKBM diarahkan untuk tumbuh dari kebutuhan nyata masyarakat. Program yang dirancang tidak bersifat top-down, melainkan lahir dari hasil dialog, pemetaan potensi, identifikasi masalah dan kesepakatan bersama antarwarga.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran digital, memperkuat keterampilan warga dan mendorong lahirnya inovasi sosial di tingkat desa. Dengan penguasaan literasi digital yang baik, masyarakat Desa Gisik Cemandi diharapkan lebih mandiri, kreatif dan responsif terhadap perubahan zaman.

Pada akhir kegiatan, peserta bersama tim pengabdian menunjukkan komitmen untuk mendukung pengembangan PKBM berbasis Community Learning. Komitmen tersebut menjadi modal sosial penting dalam membangun masyarakat desa yang lebih mandiri, kreatif, literat dan berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *