Dosen Universitas Hang Tuah Terima Satyalancana, Momentum Hardiknas 2026 di Surabaya

Pendidikan

Surabaya,Viralinformasipost.com- 2 Mei 2026 – Sejumlah dosen Universitas Hang Tuah (UHT) menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dalam rangkaian upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar oleh LLDIKTI Wilayah VII di Surabaya, Jumat (2/5).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., selaku inspektur upacara, serta diikuti oleh jajaran pegawai, pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan LLDIKTI Wilayah VII.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dyah Sawitri membacakan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang menekankan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tantangan kompleks, mulai dari ketimpangan sosial, perubahan lingkungan, hingga disrupsi dunia kerja akibat kemajuan teknologi.

Namun demikian, pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam menjawab berbagai persoalan tersebut. Pendidikan yang bermutu, adil, inklusif, dan membebaskan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Momentum Hardiknas 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Hang Tuah, karena sejumlah dosen terbaiknya menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya sebagai bentuk apresiasi negara atas pengabdian dan dedikasi dalam dunia pendidikan tinggi.

Adapun dosen Universitas Hang Tuah yang menerima penghargaan tersebut adalah:

Satyalancana Karya Satya 30 Tahun
Dr. Ir. Nuhman, M.Kes., CISHR.

Satyalancana Karya Satya 20 Tahun

Dr. Nur Yanu Nugroho, S.T., M.T.
drg. Syamsulina Revianti, M.Kes.
Dr. drg. Kristanti Parishni, M.Kes.
Dr. Dwi Setiono, S.T., M.M.T.
Dr. Arif Winarno, S.T., M.T.
Dr. Muhammad Taufiqurrohman, S.T., M.T.
drg. Yoifah Rizka Wendarti, Sp.Perio.
Dr. drg. Widyasri Prananingrum, S.KG., Ph.D.
Dr. drg. Linda Rochyani, Sp.KG.
Dr. Istiyo Winarno, S.T., M.T.

Penghargaan ini diberikan kepada dosen PNS yang dipekerjakan (DPK) sebagai bentuk pengakuan atas loyalitas, integritas, serta kontribusi nyata dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi.

Selain itu, dalam amanat Menteri juga ditegaskan pentingnya penguatan riset nasional pada sektor strategis seperti ketahanan pangan, kesehatan, energi, hingga kecerdasan artifisial.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi harus menjadi pencipta ilmu pengetahuan,” demikian pesan dalam amanat yang dibacakan.

Arah kebijakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong lahirnya talenta unggul dan ilmuwan kelas dunia menuju Indonesia Emas 2045.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan pendidikan, termasuk Universitas Hang Tuah, untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *