SIDOARJO – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah (UHT) terus mendorong penguatan desa wisata melalui pendampingan kelembagaan masyarakat. Kali ini, FISIP UHT mendampingi pembentukan pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Bahari Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, sekaligus menyusun program kerja untuk periode 2026-2030.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut digelar di Balai Desa Gisik Cemandi, Jumat (7/8/2026). Kegiatan merupakan lanjutan dari kerja sama FISIP UHT dengan Desa Gisik Cemandi sebagai desa binaan.
Kegiatan PkM ini sepenuhnya didanai oleh Universitas Hang Tuah melalui Program Kerja dan Anggaran FISIP Tahun Akademik 2025/2026. Pendanaan tersebut menjadi bentuk dukungan UHT terhadap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sekaligus penguatan kolaborasi perguruan tinggi dengan desa binaan.
Tim PkM FISIP UHT dipimpin Dr. Lunariana Lubis, S.T., M.A.P., dengan anggota Deasy Arieffiani, S.IP., M.Si., Ni Putu Hera Pratama, S.A.B., M.Tr.AP., Dewi Casmiwati, S.I., M.Si., Ph.D., serta mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Nina Fauziah.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Desa Gisik Cemandi Muhammad Alimin, para tokoh masyarakat, seluruh ketua RT dan RW yang baru terpilih, pengurus Karang Taruna serta pengurus PKK.
Pembentukan kepengurusan baru Pokdarwis Pesona Bahari merupakan bagian dari revitalisasi kelembagaan sebagai motor penggerak keberlanjutan desa wisata. Struktur organisasi sebelumnya telah habis masa berlakunya berdasarkan SK Kepala Desa tentang Pembentukan Pokdarwis Pesona Bahari Nomor 14/SK/11/2018.
Melalui musyawarah untuk mufakat yang difasilitasi Tim PkM FISIP UHT, akhirnya terbentuk pengurus Pokdarwis Pesona Bahari periode 2026-2030.
M. Dhohir dipercaya sebagai Ketua, dengan Nur Rizal Bayu Mattovani sebagai Wakil Ketua. Posisi Sekretaris ditempati Uffi Laili Maf’ulah dan Bendahara Najwa Salsa Rahmadhina.
Kepengurusan juga dilengkapi sejumlah bidang, yakni Keamanan dan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan, Daya Tarik Wisata dan Kenangan, Humas dan Pengembangan SDM, serta Pengembangan Usaha.
Selain membentuk struktur organisasi, para pengurus terpilih juga menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta program kerja untuk masa bakti 2026-2030.
Selanjutnya, susunan pengurus Pokdarwis tersebut akan diperkuat melalui penerbitan SK Kepala Desa Gisik Cemandi yang nantinya diserahkan kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo.
Ketua Tim PkM FISIP UHT Dr. Lunariana Lubis mengatakan Pokdarwis memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pengembangan desa wisata secara berkelanjutan.
Menurutnya, Pokdarwis tidak sekadar menjadi pengelola teknis destinasi wisata, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial yang menghubungkan masyarakat, pemerintah dan wisatawan.
Lunariana menekankan bahwa konsep sustainable tourism village hanya dapat berjalan apabila Pokdarwis mampu menjadi penggerak partisipasi masyarakat, pelestari budaya, penjaga lingkungan sekaligus penguat ekonomi lokal.
Sementara itu, Dekan FISIP UHT Dr. M. Husni Tamrin, S.AP., M.KP., CISHR, menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UHT dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata.
Menurutnya, dukungan pendanaan dari UHT melalui Program Kerja dan Anggaran FISIP menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong dosen dan sivitas akademika untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan serta mengembangkan potensi masyarakat.
Pendampingan terhadap Pokdarwis Pesona Bahari diharapkan tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi, tetapi berlanjut pada penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan potensi wisata dan peningkatan perekonomian lokal.
Para tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut turut mengapresiasi FISIP UHT yang telah memfasilitasi pembentukan kembali pengurus Pokdarwis Pesona Bahari.
Mereka berharap keberadaan kepengurusan baru dapat menjadi momentum untuk kembali menggiatkan potensi wisata Desa Gisik Cemandi yang dikenal memiliki wisata susur sungai serta wisata religi Makam Dewi Sekardadu.
Pendampingan ini menjadi bagian dari langkah panjang kolaborasi FISIP UHT dan Desa Gisik Cemandi dalam mewujudkan desa wisata yang lebih terorganisasi, partisipatif dan berkelanjutan.
Bagi Universitas Hang Tuah, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen membangun kampus berdampak, dengan menghadirkan pengetahuan dan sumber daya perguruan tinggi untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.