GRESIK – VIP-Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, tak lagi sekadar dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Warga mulai didorong mengolah tanaman herbal menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas.


Upaya tersebut dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Hang Tuah (UHT) melalui program Modernisasi Herbal TOGA: Formulasi Minuman Granul Effervescent sebagai Solusi Sehat dan Penerapan Strategi Promosi Komunitas Masyarakat di Pekebun Driyorejo, Gresik.
Program yang didukung pendanaan Program Kerja dan Anggaran (Prokera) Fakultas Farmasi UHT Tahun 2026 itu berlangsung secara bertahap sejak Mei hingga Agustus 2026. Kegiatannya meliputi identifikasi potensi TOGA, formulasi produk, pelatihan pembuatan granul hingga pendampingan strategi pemasaran.
Puncak pendampingan digelar pada 13 Juli 2026 di Desa Petiken dengan melibatkan ibu-ibu pengelola TOGA sebagai peserta utama.
Desa Petiken selama ini dikenal sebagai kampung TOGA. Beragam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, kencur, lengkuas dan rosella tumbuh di pekarangan rumah warga. Selain itu, masyarakat juga membudidayakan berbagai jenis sayuran.
Sebagian besar pengelola TOGA merupakan ibu-ibu yang aktif memanfaatkan lahan pekarangan. Namun, hasil budidaya tersebut selama ini masih banyak dikonsumsi sendiri atau dijual dalam bentuk bahan mentah.
Kondisi itu membuat nilai ekonomi hasil tanaman herbal belum maksimal.
Melalui kegiatan pengabdian tersebut, Fakultas Farmasi UHT mendorong warga meningkatkan nilai tambah hasil TOGA dengan mengembangkan produk olahan yang lebih praktis dan modern.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah minuman herbal dalam bentuk granul effervescent. Produk hasil pelatihan tersebut diberi nama NATURAFizz.
Ketua tim pengabdian, Hilya Nur Imtihani, S.Farm., M.Farm., Apt., bersama anggota tim Ayunanda Risetyaningsih, S.Farm., M.Farm., Apt., Yuyun Nailufa, S.Farm., M.Farm., Apt., dan Elva Febriana Anggraeny, M.Pd., memberikan pendampingan mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses formulasi dan pembuatan granul.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pengolahan. Dalam kegiatan tersebut, aspek kebersihan, mutu bahan dan tahapan pembuatan menjadi bagian penting yang diperkenalkan kepada masyarakat.
Mahasiswa Program Studi Farmasi UHT juga dilibatkan dalam proses pelatihan.
Namun, program tersebut tidak berhenti pada persoalan produksi. Warga juga diberikan pemahaman mengenai cara memperkenalkan produk kepada konsumen dan membangun peluang pasar.
Materi strategi komunikasi pemasaran disampaikan Elva Febriana Anggraeny dari Fakultas Vokasi Pelayaran UHT. Materi mencakup komunikasi pemasaran, pembangunan nilai produk, branding, pengemasan hingga pemanfaatan media digital.
Warga didorong memahami bahwa produk herbal tidak cukup hanya memiliki kualitas yang baik. Produk juga perlu memiliki identitas, kemasan yang menarik serta strategi komunikasi yang mampu menjelaskan keunggulannya kepada calon konsumen.
Pemanfaatan media sosial turut dikenalkan sebagai salah satu sarana untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Dengan pendekatan tersebut, tanaman yang sebelumnya hanya dikonsumsi keluarga atau dijual sebagai bahan mentah diharapkan dapat berkembang menjadi produk olahan dengan nilai jual lebih tinggi.
Fakultas Farmasi UHT berharap program ini tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Pendampingan diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Petiken untuk mengembangkan produk herbal secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan keterampilan warga, pengembangan TOGA menjadi produk olahan juga diharapkan membuka peluang usaha dan memperkuat identitas Desa Petiken sebagai kampung TOGA.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan pengetahuan dan inovasi perguruan tinggi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.
Ditulis oleh: Elva Febriana Anggraeny, M.Pd.; Hilya Nur Imtihani, M.Farm., Apt.; Ayunanda Risetyaningsih, M.Farm., Apt.; apt. Yuyun Nailufa, M.Farm.